Rabu, 08 Mei 2013

Pembagian Wilayah menurut Iklim


Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca berdasarkan waktu yang panjang untuk suatu lokasi di bumi atau planet lain. Studi tentang iklim dipelajari dalam klimatologi. Iklim di suatu daerah berkaitan erat dengan letak garis lintang dan ketinggiannya di muka bumi. Berdasarkan letak garis lintang dan ketinggian tersebut, maka iklim dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu iklim matahari dan iklim fisis.
1.       Iklim matahari didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Pembagian iklim matahari terdiri dari :
a.       Iklim Tropis
Iklim tropis terletak antara 0° – 231/2° LU/LS dan hampir 40 % dari permukaan bumi. Ciri-ciri iklim tropis adalah sebagai berikut:
·         Suhu udara rata-rata tinggi, karena matahari selalu vertikal.
·         Umumnya suhu udara antara 20- 23°C. Bahkan di beberapa tempat rata-rata suhu tahunannya mencapai 30°C.
·         Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil. Di kwatulistiwa antara 1 – 5°C, sedangkan ampitudo hariannya lebih besar.
·         Tekanan udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.
·         Hujan banyak dan lebih banyak dari daerah-daerah lain di dunia.

b.      Iklim Sub Tropis
Iklim sub tropis terletak antara 231/2° – 40°LU/LS. Daerah ini merupakan peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang. Ciri-ciri iklim sub tropis adalah sebagai berikut:
·         Batas yang tegas tidak dapat ditentukan dan merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis ke iklim sedang.
·         Terdapat empat musim, yaitu musim panas, dingin, gugur, dan semi. Tetapi musim dingin pada iklim ini tidak terlalu dingin. Begitu pula dengan musim panas tidak terlalu panas.
·         Suhu sepanjang tahun menyenangkan. Maksudnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
·         Daerah sub tropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya kering disebut daerah iklim Mediterania, dan jika hujan jatuh pada musim panas dan musim dinginnya kering disebut daerah iklim Tiongkok.

c.       Iklim Dingin (Kutub)
Iklim dingin terdapat di daerah kutub. Oleh sebab itu iklim ini disebut pula sebagai iklim kutub. Iklim dingin dapat dibagi dua, yaitu iklim tundra dan iklim es. Ciri-ciri iklim tundra adalah sebagai berikut:
·         Musim dingin berlangsung lama.
·         Musim panas yang sejuk berlangsung singkat.
·         Udaranya kering.
·         Tanahnya selalu membeku sepanjang tahun.
·         Di musim dingin tanah ditutupi es dan salju.
·         Di musim panas banyak terbentuk rawa yang luas akibat mencairnya es di permukaan tanah.
·         Vegetasinya jenis lumut-lumutan dan semak-semak.
·         Wilayahnya meliputi: Amerika utara, pulau-pulau di utara Kanada, pantai selatan Greenland, dan pantai utara Siberia.
Sedangkan ciri-ciri iklim es atau iklim kutub adalah sebagai berikut:
·         Suhu terus-menerus rendah sekali sehingga terdapat salju abadi.
·         Wilayahnya meliputi: kutub utara, yaitu Greenland (tanah hijau) dan Antartika di kutub selatan.

2.      Iklim Fisis
Iklim fisis adalah menurut keadaan atau fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Misalnya, pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi, angin, dan curah hujan. Iklim fisis dapat dibedakan menjadi iklim laut, iklim darat, iklim dataran tinggi, iklim gunung/pegunungan dan iklim musim (muson).

a.       Iklim laut (Maritim)
Iklim laut berada di daerah (1) tropis dan sub tropis; dan (2) daerah sedang. Keadaan iklim di kedua daerah tersebut sangat berbeda. Ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40°, adalah sebagai berikut:
·         Suhu rata-rata tahunan rendah.
·         Amplitudo suhu harian rendah/kecil.
·         Banyak awan.
·         Sering hujan lebat disertai badai.

Ciri-ciri iklim laut di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
·         Amplituda suhu harian dan tahunan kecil.
·         Banyak awan.
·         Banyak hujan di musim dingin dan umumnya hujan rintik-rintik.
·         Pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak dan tiba-tiba.

b.      Iklim Darat (Kontinen)
Iklim darat dibedakan di daerah tropis dan sub tropis, dan di daerah sedang. Ciri-ciri iklim darat di daerah tropis dan sub tropis sampai lintang 40(, yaitu sebagai berikut:
·         Amplitudo suhu harian sangat besar sedang tahunannya kecil.
·         Curah hujan sedikit dengan waktu hujan sebentar disertai topan.

Ciri iklim darat di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
·         Amplitudo suhu tahunan besar.
·         Suhu rata-rata pada musim panas cukup tinggi dan pada musim dingin rendah.
·         Curah hujan sangat sedikit dan jatuh pada musim panas

c.       Iklim Dataran Tinggi
Iklim ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri-ciri, adalah sebagai berikut:
·         Amplitudo suhu harian dan tahunan besar.
·         Udaranya kering.
·         Lengas (kelembaban udara) nisbi sangat rendah.
·         Jarang turun hujan.

d.      Iklim Gunung
Iklim gunung terdapat di dataran tinggi, seperti di Tibet dan Dekan. Ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut:
·         Amplitudo suhu lebih kecil dibandingkan iklim dataran tinggi.
·         Terdapat di daerah sedang.
·         Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil.
·         Hujan banyak jatuh di lereng bagian depan dan sedikit di daerah bayangan hujan.
·         Kadang banyak turun salju.

e.      Iklim Musim (Muson)
Iklim ini terdapat di daerah yang dilalui iklim musim yang berganti setiap setengah tahun. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
·         Setengah tahun bertiup angin laut yang basah dan menimbulkan hujan.
·         Setengah tahun berikutnya bertiup angin barat yang kering dan akan menimbulkan musim kemarau.

Selain pembagian iklim menurut letak garis lintang dan ketinggian tempat, berikut ini akan diuraikan tentang pembagian iklim menurut beberapa para ahli antara lain:

1.       Pembagian Iklim Menurut Dr. Wladimir Koppen
Pada tahun 1918 Dr Wladimir Koppen (ahli ilmu iklim dari Jerman) membuat klasifikasi iklim seluruh dunia berdasarkan suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di atasnya. Berdasarkan ketentuan itu Koppen membagi iklim dalam lima daerah iklim pokok. Masing-masing daerah iklim diberi simbol A, B, C, D, dan E.
a.       Iklim A atau iklim tropis. Cirinya adalah sebagai berikut:
• suhu rata-rata bulanan tidak kurang dari 18°C
• suhu rata-rata tahunan 20°C-25°C
• curah hujan rata-rata lebih dari 70 cm/tahun
• tumbuhan yang tumbuh beraneka ragam
b.      Iklim B atau iklim gurun tropis atau iklim kering, dengan ciri sebagai berikut:
• Terdapat di daerah gurun dan daerah semiarid (steppa)
• Curah hujan terendah kurang dari 25,4/tahun, dan penguapan besar
c.       Iklim C atau iklim sedang. Ciri-cirinya adalah suhu rata-rata bulan terdingin antara 18° sampai -3°C.
d.      Iklim D atau iklim salju atau microthermal. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut: Rata-rata bulan terpanas lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
e.      Iklim E atau iklim kutub . Cirinya yaitu terdapat di daerah Artik dan Antartika, suhu tidak pernah lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.

Dari kelima daerah iklim tersebut sebagai variasinya diperinci lagi menjadi beberapa macam iklim, yaitu:
  1. Daerah iklim A, terbagi menjadi empat macam iklim, yaitu sebagai berikut:
    (1) Af = Iklim panas hujan tropis.
    (2) As = Iklim savana dengan musim panas kering.
    (3) Aw = Iklim savana dengan musim dingin kering.
    (4) Am = Iklim antaranya, musim kering hanya sebentar.
  2. Daerah iklim B, terbagi menjadi dua macam iklim, yaitu:
    (1) Bs = Iklim steppa, merupakan peralihan dari iklim gurun (BW) dan iklim lembab dari iklim A, C, dan D.
    (2) BW = Iklim gurun.
  3. Daerah iklim C, terbagi menjadi tiga macam iklim, yaitu:
    (1) Cs = Iklim sedang (laut) dengan musim panas yang kering atau iklim lembab agak panas kering.
    (2) Cw = Iklim sedang (laut) dengan musim dingin yang kering atau iklim lembab dan sejuk.
    (3) Cf = Iklim sedang (darat) dengan hujan pada semua bulan.
  4. Daerah iklim D, terbagi dua macam iklim, yaitu:
    (1) Dw = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang kering.
    (2) Df = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang lembab.
  5. Daerah iklim E, terbagi menjadi 2 macam iklim, yaitu:
    (1) ET = Iklim tundra, temperatur bulan terpanas antara 0( sampai 10(C.
    (2) Ef = Iklim salju , iklim dimana terdapat es abadi.
Sumber : http://milasyafaah22.blogspot.com/p/pembagian-iklim-dunia_30.html

Pembagian Wilayah menurut Iklim


Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca berdasarkan waktu yang panjang untuk suatu lokasi di bumi atau planet lain. Studi tentang iklim dipelajari dalam klimatologi. Iklim di suatu daerah berkaitan erat dengan letak garis lintang dan ketinggiannya di muka bumi. Berdasarkan letak garis lintang dan ketinggian tersebut, maka iklim dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu iklim matahari dan iklim fisis.
1.       Iklim matahari didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Pembagian iklim matahari terdiri dari :
a.       Iklim Tropis
Iklim tropis terletak antara 0° – 231/2° LU/LS dan hampir 40 % dari permukaan bumi. Ciri-ciri iklim tropis adalah sebagai berikut:
·         Suhu udara rata-rata tinggi, karena matahari selalu vertikal.
·         Umumnya suhu udara antara 20- 23°C. Bahkan di beberapa tempat rata-rata suhu tahunannya mencapai 30°C.
·         Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil. Di kwatulistiwa antara 1 – 5°C, sedangkan ampitudo hariannya lebih besar.
·         Tekanan udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.
·         Hujan banyak dan lebih banyak dari daerah-daerah lain di dunia.

b.      Iklim Sub Tropis
Iklim sub tropis terletak antara 231/2° – 40°LU/LS. Daerah ini merupakan peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang. Ciri-ciri iklim sub tropis adalah sebagai berikut:
·         Batas yang tegas tidak dapat ditentukan dan merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis ke iklim sedang.
·         Terdapat empat musim, yaitu musim panas, dingin, gugur, dan semi. Tetapi musim dingin pada iklim ini tidak terlalu dingin. Begitu pula dengan musim panas tidak terlalu panas.
·         Suhu sepanjang tahun menyenangkan. Maksudnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
·         Daerah sub tropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya kering disebut daerah iklim Mediterania, dan jika hujan jatuh pada musim panas dan musim dinginnya kering disebut daerah iklim Tiongkok.

c.       Iklim Dingin (Kutub)
Iklim dingin terdapat di daerah kutub. Oleh sebab itu iklim ini disebut pula sebagai iklim kutub. Iklim dingin dapat dibagi dua, yaitu iklim tundra dan iklim es. Ciri-ciri iklim tundra adalah sebagai berikut:
·         Musim dingin berlangsung lama.
·         Musim panas yang sejuk berlangsung singkat.
·         Udaranya kering.
·         Tanahnya selalu membeku sepanjang tahun.
·         Di musim dingin tanah ditutupi es dan salju.
·         Di musim panas banyak terbentuk rawa yang luas akibat mencairnya es di permukaan tanah.
·         Vegetasinya jenis lumut-lumutan dan semak-semak.
·         Wilayahnya meliputi: Amerika utara, pulau-pulau di utara Kanada, pantai selatan Greenland, dan pantai utara Siberia.
Sedangkan ciri-ciri iklim es atau iklim kutub adalah sebagai berikut:
·         Suhu terus-menerus rendah sekali sehingga terdapat salju abadi.
·         Wilayahnya meliputi: kutub utara, yaitu Greenland (tanah hijau) dan Antartika di kutub selatan.

2.      Iklim Fisis
Iklim fisis adalah menurut keadaan atau fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Misalnya, pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi, angin, dan curah hujan. Iklim fisis dapat dibedakan menjadi iklim laut, iklim darat, iklim dataran tinggi, iklim gunung/pegunungan dan iklim musim (muson).

a.       Iklim laut (Maritim)
Iklim laut berada di daerah (1) tropis dan sub tropis; dan (2) daerah sedang. Keadaan iklim di kedua daerah tersebut sangat berbeda. Ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40°, adalah sebagai berikut:
·         Suhu rata-rata tahunan rendah.
·         Amplitudo suhu harian rendah/kecil.
·         Banyak awan.
·         Sering hujan lebat disertai badai.

Ciri-ciri iklim laut di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
·         Amplituda suhu harian dan tahunan kecil.
·         Banyak awan.
·         Banyak hujan di musim dingin dan umumnya hujan rintik-rintik.
·         Pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak dan tiba-tiba.

b.      Iklim Darat (Kontinen)
Iklim darat dibedakan di daerah tropis dan sub tropis, dan di daerah sedang. Ciri-ciri iklim darat di daerah tropis dan sub tropis sampai lintang 40(, yaitu sebagai berikut:
·         Amplitudo suhu harian sangat besar sedang tahunannya kecil.
·         Curah hujan sedikit dengan waktu hujan sebentar disertai topan.

Ciri iklim darat di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
·         Amplitudo suhu tahunan besar.
·         Suhu rata-rata pada musim panas cukup tinggi dan pada musim dingin rendah.
·         Curah hujan sangat sedikit dan jatuh pada musim panas

c.       Iklim Dataran Tinggi
Iklim ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri-ciri, adalah sebagai berikut:
·         Amplitudo suhu harian dan tahunan besar.
·         Udaranya kering.
·         Lengas (kelembaban udara) nisbi sangat rendah.
·         Jarang turun hujan.

d.      Iklim Gunung
Iklim gunung terdapat di dataran tinggi, seperti di Tibet dan Dekan. Ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut:
·         Amplitudo suhu lebih kecil dibandingkan iklim dataran tinggi.
·         Terdapat di daerah sedang.
·         Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil.
·         Hujan banyak jatuh di lereng bagian depan dan sedikit di daerah bayangan hujan.
·         Kadang banyak turun salju.

e.      Iklim Musim (Muson)
Iklim ini terdapat di daerah yang dilalui iklim musim yang berganti setiap setengah tahun. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
·         Setengah tahun bertiup angin laut yang basah dan menimbulkan hujan.
·         Setengah tahun berikutnya bertiup angin barat yang kering dan akan menimbulkan musim kemarau.

Selain pembagian iklim menurut letak garis lintang dan ketinggian tempat, berikut ini akan diuraikan tentang pembagian iklim menurut beberapa para ahli antara lain:

1.       Pembagian Iklim Menurut Dr. Wladimir Koppen
Pada tahun 1918 Dr Wladimir Koppen (ahli ilmu iklim dari Jerman) membuat klasifikasi iklim seluruh dunia berdasarkan suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di atasnya. Berdasarkan ketentuan itu Koppen membagi iklim dalam lima daerah iklim pokok. Masing-masing daerah iklim diberi simbol A, B, C, D, dan E.
a.       Iklim A atau iklim tropis. Cirinya adalah sebagai berikut:
• suhu rata-rata bulanan tidak kurang dari 18°C
• suhu rata-rata tahunan 20°C-25°C
• curah hujan rata-rata lebih dari 70 cm/tahun
• tumbuhan yang tumbuh beraneka ragam
b.      Iklim B atau iklim gurun tropis atau iklim kering, dengan ciri sebagai berikut:
• Terdapat di daerah gurun dan daerah semiarid (steppa)
• Curah hujan terendah kurang dari 25,4/tahun, dan penguapan besar
c.       Iklim C atau iklim sedang. Ciri-cirinya adalah suhu rata-rata bulan terdingin antara 18° sampai -3°C.
d.      Iklim D atau iklim salju atau microthermal. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut: Rata-rata bulan terpanas lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
e.      Iklim E atau iklim kutub . Cirinya yaitu terdapat di daerah Artik dan Antartika, suhu tidak pernah lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.

Dari kelima daerah iklim tersebut sebagai variasinya diperinci lagi menjadi beberapa macam iklim, yaitu:
  1. Daerah iklim A, terbagi menjadi empat macam iklim, yaitu sebagai berikut:
    (1) Af = Iklim panas hujan tropis.
    (2) As = Iklim savana dengan musim panas kering.
    (3) Aw = Iklim savana dengan musim dingin kering.
    (4) Am = Iklim antaranya, musim kering hanya sebentar.
  2. Daerah iklim B, terbagi menjadi dua macam iklim, yaitu:
    (1) Bs = Iklim steppa, merupakan peralihan dari iklim gurun (BW) dan iklim lembab dari iklim A, C, dan D.
    (2) BW = Iklim gurun.
  3. Daerah iklim C, terbagi menjadi tiga macam iklim, yaitu:
    (1) Cs = Iklim sedang (laut) dengan musim panas yang kering atau iklim lembab agak panas kering.
    (2) Cw = Iklim sedang (laut) dengan musim dingin yang kering atau iklim lembab dan sejuk.
    (3) Cf = Iklim sedang (darat) dengan hujan pada semua bulan.
  4. Daerah iklim D, terbagi dua macam iklim, yaitu:
    (1) Dw = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang kering.
    (2) Df = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang lembab.
  5. Daerah iklim E, terbagi menjadi 2 macam iklim, yaitu:
    (1) ET = Iklim tundra, temperatur bulan terpanas antara 0( sampai 10(C.
    (2) Ef = Iklim salju , iklim dimana terdapat es abadi.
Sumber : http://milasyafaah22.blogspot.com/p/pembagian-iklim-dunia_30.html

Minggu, 14 April 2013

Dampak Modernisasi terhadap Kaula Muda

 Modernisasi merupakan suatu dampak yang disebabkan oleh adanya globalisasi. Dan tentunya modernisasi juga mempunyai dampak tersendiri bagi dunia, dan terutama negeri kita, Indonesia. Proses modernisasi begitu cepat menyebar luas ke dalam masyarakat. Dan yang sudah pasti akan menimbulkan pengaruh-pengaruh terhadap masyarakat, terutama pada kalangan kaula muda. Kalangan yang amat cepat menyerap dan kerap mengikuti kemajuan tanpa memikirkan atau memilah-milah mana yang seharusnya diikuti atau bahkan dihindari. Karena adanya modernisasi makan menyebabkan banyak kaula muda yang kehilangan jati dirinya sendiri. Dan hampir melupakan kepribadiannya sebagai anak bangsa. Hal ini dapat kita telaah dari gejala-gejala yang sudah mulai bermunculan terhadap muda-mudi. Dari hal bersolek layaknya selebritis Hollywood, berpakaian yang ketat dan minim dengan menonjolkan bagian tubuh yang seharusnya ditutupi, bahkan gaya hedonisme yang cenderung banyak digandrungi oleh muda-mudi masa kini.
Tidak hanya itu saja, perilaku muda-mudi dalam pergaulan pun juga menjadi masalah pada bangsa ini akibat modernisasi tersebut.  Mayoritas mereka sudah mengabaikan adanya norma dan etika dalam negeri ini. Pergaulan bagai di negeri barat sana. Mereka tanpa malu-malu mengikuti gaya berpacaran barat yang cenderung merujuk ke dunia seksual. Maka tak heran apabila banyak kaum hawa yang belum cukup usia dan belum menikah yang sudah hamil diluar nikah.
Memang dengan adanya modernisasi ini dunia teknologi negeri kita juga mengalami peningkatan.  Dari adanya internet, handphone yang berbagai macam rupanya, dan ditambah dengan hadirnya berbagai macam gadget terbaru yang mendukung fasilitas sehari-hari. Tapi kemajuan-kemajuan tersebut juga tak menutup kemungkinan akan menimbulkan hal yang negatif bagi bangsa kita. Diantaranya ialah adanya gaya hedonisme yang cenderung mengikuti trend gadget terbaru. Dan juga pengawasan orang tua terhadap anak saat bermain gadget yang kurang terkontrol dapat mengakibatkan penurunan daya gerak anak yang cenderung hanya menatap layar gadget. Gaya hedonisme diluar teknologi juga banyak dijumpai, seperti budaya barat yang dikenal dengan "clubbing" atau dugem untuk melepas penat atau untuk merayakan sesuatu. Atau hidup penuh glamoritas yang notabene muda-mudi menghambur-hamburkan uang orang tua demi kegiatan yang kurang bermanfaat seperti shopping berlebihan, makan berlebihan direstoran yang mahal-mahal padahal di restoran yang standar pun juga masih bisa menikmati makanan yang layak, atau berminum-minuman alkohol yang notabene tradisi barat.
Pola kehidupan masyarakat yang bersifat modernisasi memiliki ciri sebagai beriku:
  1. Gaya hidup bebas tanpa mengenal nilai dan norma sosial dalam masyarakat
  2. Gaya hidup konsumerisme atau boros
  3. Menyukai kegiatan yang bersifat seremonial yang disertai pesta, minuman keras, dugem/clubbing
  4. Pergaulan bebas / seks bebas
  5. Adanya kawin kontrak tanpa ikatan yang sah
  6. Kegiatan hidup yang terprogram
Berdasarkan analisa tersebut sudah menunjukkan jelas bahwa pengaruh negatif dari adanya modernisasi lebih banyak dibanding pengaruh positifnya. Oleh karena itu kita harus melakukan antisipasi terhadap bangsa ini terutama kaula muda oleh adanya modernisasi, yakni dengan cara:
  1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal dengan mencintai produk dalam negeri
  2. Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila 
  3. Menanamkan dan mengamalkan ajaran-ajaran agama dengan sebaik-baiknya
  4. Pengajaran dan pembimbingan orang tua terhadap anak bagi perkembangan anak kelak
  5. Berteman dengan teman yang memiliki kepribadian dan kebiasaan yang baik-baik
  6. Penguasaan terhadap diri sendiri untuk dapat menyaring dan mengontrol mana yang harusnya dilakukan dan tidak
Maka dari itu, marilah kita sebagai kaula muda bangsa Indonesia melakukan dan selalu mengajak teman-teman kita untuk menerapkan cara-cara tersebut agar kita tidak menyia-nyiakan negeri tempat kita berpijak ini. Agar kita dapat membangun negeri ini lebih baik lagi dan tidak terpengaruh oleh dunia luar yang ingin menjerumuskan tanah air ini. Mulai dari diri sendiri untuk diri sendiri, orang lain, dan tentunya bangsa ini.

Minggu, 07 April 2013

Sistem Tata Surya


Subhanallah. Kita diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna di antara yang lainnya, yakni manusia. Dimana kita bisa tahu dunia dengan mudahnya. Dan tentu saja kita dapat menikmati semesta alam yang begitu indahnya. Semesta alam sendiri mempunyai 2 bagian, yaitu langit dan bumi. Dimana langit sendiripun juga memiliki sistemnya. Yang dikenal dengan sistem tata surya.
Tata surya adalah sekumpulan benda langit yang terdiri atas Matahari sebagai pusat tata surya dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk planet-planet, asteroid, komet bahkan meteor.
  1. Matahari adalah bintang yang memancarkan cahayanya sendiri. Bintang yang berasal dikelas G2 yang berbentuk bulat pejal seperti bola gas berpijar. Matahari memang sangat panas sehingga berwujud gas dan memiliki tekanan yang sangat besar karena temperaturnya yang tinggi.
  2. Planet adalah anggota tata surya yang beukuran besar. Planet dapat berevolusi dan berotasi. Revolusi yakni berputar mengelilingi matahari dan rotasi yakni berputar pada porosnya. Dan kini tata surya memiliki 8 planet yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.
  3. Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya yang berasal dari cahaya matahari yang terpantul padanya.
  4. Asteroid secara umum adalah objek tata surya yang terdiri dari batuan dan mineral logam beku. Serbuk asteroid utama terletak di antara orbit Mars dan Jupiter dan diduga merupakan sisa dari bahan formasi tata surya yang gagal menggumpal karena pengaruh gaya gravitasi Jupiter.
  5. Komet yaitu sekumpulan partikel-partikel padat dan berevolusi terhadap matahari dengan eksentrisitas yang sangat besar. Komet berarti si rambut panjang. Orbit komet membentuk sudut terhadap ekliptika. Jadi periode komet sangat besar dan jarang terlihat.
  6. Meteor merupakan penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi dan lazim disebut dengan bintang jatuh. Meteor yang sangat terang bahkan lebih terang dari Planet Venus dikenal dengan nama bolide.